profil UB (Universitas Brawijaya )

Universitas Brawijaya

Moto
Join UB, be the Best
Didirikan
5 Januari 1963
Jenis
Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, M. S.
Staf administratif
1.885 (2015)
Jumlah mahasiswa
59.469 (2015)
55.213 (2014)
2.294 (2014)
1.176 (2014)
Jumlah mahasiswa lain
1.623 (2014) (Diploma)
Lokasi
MalangJawa TimurIndonesia
112° 36' 45.88" E 7° 57' 20.00" S
Kampus
UrbanKota Malang
(I Jalan Veteran,
II Dieng,
III Griyashanta)
IV Kediri
Probolinggo
VI Jakarta
VII Hongkong[1]
Nama sebelumnya
Gemeentelijke Universiteit
Biru Turquoise
Julukan
UB
Maskot
Burung Cucak Hijau
Afiliasi
Situs web


Universitas Brawijaya (biasa disingkat UNBRAUNIBRAW atau singkatan resmi UB) merupakan lembaga pendidikan tinggi negeri di Indonesia yang berdiri pada tahun 1963 di Kota Malang melalui Ketetapan Menteri Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan No. 1 tanggal 5 Januari 1963, kemudian disahkan oleh Keputusan Presiden no. 196 tahun 1963 yang kemudian tanggal 5 Januari ditetapkan sebagai hari lahir Universitas Brawijaya. Jumlah mahasiswa saat ini lebih dari 55 ribu orang dari berbagai strata mulai program Diplomaprogram Sarjanaprogram Magister, dan program Doktor selain program Spesialis tersebar dalam 15 Fakultas dan 2 Program pendidikansetara fakultas.
Pada tanggal 10 Januari 2009, Universitas Brawijaya mendapatkan akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi.[10] Pada akreditasi selanjutnya tanggal 11 September 2014, Universitas Brawijaya kembali mendapatkan Akreditasi A.[11] 29 November 2007, UB mendapat persetujuan Dirjen Dikti untuk menjadi perguruan tinggi otonom.
Sejarah Indonesia

Berawal dari Balaikota Malang, gagasan untuk pembentukan perguruan tinggi itu digulirkan. Atas prakarsa Ketua DPRD10 Mei 1957, diadakan pertemuan tokoh-tokoh masyarakat dan pemerintahan kota Malang, membahas rencana pembentukan sebuah universitas milik kotapraja (Gemeentelijke Universiteit).[13][13]
Sebagai langkah awal, didirikan sebuah yayasan bernama Yayasan Perguruan Tinggi Malang (YPTM) dengan akta notaris nomor 48 tahun 1957, 28 Mei 1957. Yayasan ini kemudian membuka Perguruan Tinggi Hukum dan Pengetahuan Masyarakat (PTHPM), pada 1 Juli 1957. Tercatat sebanyak 104 mahasiswa perguruan tinggi ini, dan menggunakan ruang sidang Balaikota Malang sebagai tempat perkuliahannya.[13][13]
Sementara itu, atas inisiatif beberapa tokoh masyarakat yang lain dibentuk pula Yayasan Perguruan Tinggi Ekonomi Malang (YPTEM) dengan akta notaris nomor 26, 15 Agustus 1957, yang kemudian mendirikan Perguruan Tinggi Ekonomi Malang (PTEM). Tak jauh berbeda dengan pendahulunya, aktivitas perkuliahan PTEM juga menumpan di Balaikota Malang.[13]
Secara resmi PTHPM diakui sebagai milik Kotaparaja Malang dengan keputusan DPRD, 19 Juni 1958. Pada dies natalis ketiga PTHPM, 1 Juli 1960, diumumkan penggunaan nama Universitas Kotapraja Malang bagi perguruan tinggi itu. Selain itu diumumkan pula rencana membuka dua fakultas baru. Rencana itu menjadi kenyataan, 15 September 1960, berdiri Fakultas Administrasi Niaga (FAN). Disusul kemudian oleh Fakultas Pertanian (FP), 10 November 1960.

Biaya Pendidikan
Sejak tahun 2013, UB menerapkan sistem Uang Kuliah Tunggal atau biasa disebut UKT. Dengan sistem ini, mahasiswa tidak lagi harus membayar uang gedung. Semua biaya, termasuk uang pratikum, dibayarkan bersamaan dengan SPP per semester, yakni UKT. UKT di UB beragam sesuai dengan jurusan dan fakultas dengan dibagi dalam enam kategori. Kategori tersebut untuk mengelompokkan orang tua siswa dengan pendapatan yang berbeda, semakin tinggi pendapatannya, maka akan masuk kategori tertinggi. UKT paling rendah di setiap jurusan Rp 500 ribu, dan paling tinggi berada di program studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran yakni Rp 21,4 juta. Dalam wawancara rektor baru, Bisri memastikan kalau UKT di UB tidak melebihi biaya kuliah tunggal (BKT) yang ditetapkan oleh Kemendibud. Setiap tahun, Kemendikbud mengeluarkan BKT untuk semua kampus sebagai acuan kampus menetapkan UKT. Rincian UKT ini selalu diumumkan melalui website resmi UB setiap ajaran baru. Hal itu untuk dijadikan acuan mahasiswa baru dalam membayar UKT mereka.[38][39]
Pada tahun-tahun sebelumnya, UB juga telah menerapkan SPP proporsional, namun untuk uang gedung (uang pakal) masih tetap dibayarkan. Rata-rata uang gedung tersebut di atas Rp 20 juta, tergantung program studi (prodi) yang diambil. SPP ditetapkan secara proporsional per jurusan, per mahasiswa, dalam 7 kategori untuk jalur nasional, dan 3 kategori untuk jalur mandiri; hal ini juga sebagai acuan pemilihan kategori pada UKT.[39]
Beasiswa juga diberikan, yakni mencapai 4.676 orang pada tahun 2010 mencapai Rp. 16 M. Beasiswa tersebut adalah BMU, Bidik Misi, PPA, BBM, Supersemar, Bank Indonesia, BRI, Toyota, Astra, IMHERE, Taspen, BNI, PGN, ETOS, BTN, Pertamina, Eka Tjipta, Indosat, Pegadaian, Daihatsu, Djarum, BCA Finance, CIMB Niaga, TNI, Yayasan Salim, Yayasan Kasih, IKOMA, KOSGORO, Semen Gresik, ORBIT, dan lain-lain. Pada tahun 2011, UB memberikan beasiswa pada 6.168 mahasiswa dan pada tahun 2012 pada 6.686 mahasiswa. Jumlah ini meningkat setiap tahunnya. Untuk informasi beasiswa, UB telah menyediakan sebuah website khusus yaitu www.beasiswa.ub.ac.id yang mengumumkan informasi penawaran beasiswa maupun pengumuman penerimaan.[40][41]
Tujuan
Menciptakan generasi muda yang lebih berguna dan bermanfaat bagi bangsa dan negara serta mewujutkan generasi yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
Visi
Menjadi universitas unggul yang berstandar internasional dan mampu berperan aktif dalam pembangunan bangsa melalui proses pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Misi
1.      Menyelenggarakan pendidikan berstandar internasionalagar peserta didik menjadi manusia yang berkemampuan akademik dan/atau profesi yang berkualitas dan berkepribadian serta berjiwa dan/atau berkemampuan entrepreneur.
2.      Melakukan pengembangan dan penyebarluasan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

MAKALAH PEMILIH DALAM PEMILU